Prasangka adalah suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu.
Diskriminasi merupakan perlakuan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana perlakuan membeda-bedakan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.
Etnosentrisme yaitu suatu pemikiran yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya atau adat miliknya sendiri sebagaai sesuatu yang benar, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
Sabtu, 19 Desember 2015
ILMU PENGETAHUAN
Ilmu pengetahuan bukan hanya tentang harus menghapalkan semua pelajaran yang kita dapat disekolah. Namun, Ilmu pengetahuan tentang hal-hal lain juga tidak salah untuk di ingat ingat. Memiliki ilmu pengetahuan umum akan membuat kita menjadi manusia berintelektual tinggi.
Manusia mampu menjadi cerdas meskipun tidak memiliki pendidikan formal. Ini dikarenakan Ilmu, sains, atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Jika seseorang beragama A mempelajari agama B C dan D ataupun E,pasti dia akan mengerti sehingga membuat ia menghargai perbedaan yang ada di dunia. Tentu saja orang seperti itu,berintelektual dan berpengetahuan luas tentang semua agama, akan membuat dampak yang bagus pada dunia.
Manusia yang senang membaca akan mendapatkan ilmu pengetahuan umum meskipun dia tidak mengeyam pendidikan formal dalam bidang yang iya cari tahu sendiri.
Selasa, 01 Desember 2015
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Bisakah kita jagan lagi membeda-bedakan seseorang ?
Pertanyaan sederhana namun entah sejak kapan masih saja ada orang yang suka membeda-bedakan seseorang dari hartanya, warna kulitnya, bahkan agamanya.
Saya selalu berpikir, jikaulau tidak ada orang yang suka membeda-bedakan betapa harmonisnya dunia.
Saya merasakan sendiri. Saya beragama Kristen dan teman-teman saya 85% Menganut Islam. Suku sya batak dari sumatra utara tapi mampu berteman baik dengan sahabat saya yang jawanya sangat kental.
Indonesia mempunyai semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA yang sangat sesuai bagi kita masyarakat indonesia yang beragam. Sebaiknya masyarakat indonesia bangga dengan keragaman budaya dan agama juga saling menerima perbedaan kelas sosial.
Pertanyaan sederhana namun entah sejak kapan masih saja ada orang yang suka membeda-bedakan seseorang dari hartanya, warna kulitnya, bahkan agamanya.
Saya selalu berpikir, jikaulau tidak ada orang yang suka membeda-bedakan betapa harmonisnya dunia.
Saya merasakan sendiri. Saya beragama Kristen dan teman-teman saya 85% Menganut Islam. Suku sya batak dari sumatra utara tapi mampu berteman baik dengan sahabat saya yang jawanya sangat kental.
Indonesia mempunyai semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA yang sangat sesuai bagi kita masyarakat indonesia yang beragam. Sebaiknya masyarakat indonesia bangga dengan keragaman budaya dan agama juga saling menerima perbedaan kelas sosial.
Warga Negara dan Negara
Sebagai warga negara tentu saja kita mendapatkan hak dari negara. Setelah mendapatkan hak pastinya kita memiliki kewajiban yang kita patuhi.
saya memiliki rangkuman mengenai Hak dan Kewajiban sebagai warga negara dari http://www.mahkamahkonstitusi.go.id
– Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
– Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
– Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat
– Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”
– Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)
– Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).
– Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
– Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1)
Kalau sudah diberikan hak, tidak ada salahnya untuk mengikuti kewajiban dari negara kepada kita sebagai warga negara. Karena hubungan negara dan warga negara yang baik akan menghasilkan dampak positif bagi bangsanya. :)
saya memiliki rangkuman mengenai Hak dan Kewajiban sebagai warga negara dari http://www.mahkamahkonstitusi.go.id
– Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
– Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
– Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat
– Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”
– Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)
– Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).
– Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
– Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1)
Kalau sudah diberikan hak, tidak ada salahnya untuk mengikuti kewajiban dari negara kepada kita sebagai warga negara. Karena hubungan negara dan warga negara yang baik akan menghasilkan dampak positif bagi bangsanya. :)
Aspek Positif dan Negatif Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Karena Tema ini merupakan Tugas kelompok saya maka saya menuliskan yang saya kerjakan untuk tugas kelompok saya.
Positif:
a) Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
b) Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
c) Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
d) Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
e) Tersedia lapangan kerja.
f) Perkotaan juga devisa buat negara.
1. Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
2. Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
1. Perkotaan
Positif:
a) Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
b) Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
c) Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
d) Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
e) Tersedia lapangan kerja.
f) Perkotaan juga devisa buat negara.
Negatif :
a) Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan penduduk.
b) Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang desar yg diterima bekerja.
c) Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
d) Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari pekerjaan.
a) Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan penduduk.
b) Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang desar yg diterima bekerja.
c) Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
d) Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari pekerjaan.
2. Pedesaan
Aspek-aspek Negatif dan Positif
1. Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
2. Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
3. Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
4. Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli.
Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras.
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli.
Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras.
Positif dan Negatif Pedesaan
Ada sebuah keluarga yang mempikan tinggal disebuah desa . Karena mereka menyukai susana pedesaan yang alami, damai,asri dan tenang, jauh dari suara ribut perkotaan. Selain itu, keamanan dan juga kenyaman merupakan incaran. Tentu saja kalau bukan karena tuntutan pekerjaan dan pedidikan, mereka akan segera pindah jauh dari perkotaan. Namun, dipedesaan tentu ada yang di khawatirkan. Seperti sekolah. Sekolah memang ada, tapi bukan rahasia lagi kalau sekolah dipedesaan kondisinya sangat kurang dan juga lapangan pekerjaan yang hanya sebatas petani atau nelayan. Kekurangan pedesaan juga adalah kurang disentuh dengan teknologi sehingga pedesaan akan susah berkembang.
KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan kedn dimana kelompok atau individu tidak dpat memenuhi kebutuhan pokok yaitu makan,pakaian,dan tempt tinggl. Ini dikarenakan adanya kelangkaan terhadap sesuatu yang mampu memenuhi dan menuntaskan kebutuhan tersebut seperti uang.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
- Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
- Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Sumber pemahaman kemiskinan: https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
Hubungan Keluarga, Individu, juga Masyrakat
Seperti yang sudah saya publish sebelumnya keluarga merupakan peranan yang paling penting untuk seorang anak. Seorang anak merupakan individu, individu yang butuh bertumbuh untuk mempelajari perannya dalam masyarakat. Seorang anak berlatih berkomunikasi didalam keluarga bersama orang tuanya atau kakak atau adiknya.
Bila seorang anak terlahir pemalu, maka keluargalah yang harus berusaha untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak tersebut yang akan menjadi individu didalam lingkungan masyarakat.
Bila seorang anak terlahir pemalu, maka keluargalah yang harus berusaha untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak tersebut yang akan menjadi individu didalam lingkungan masyarakat.
Fungsi Keluarga
Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh
ikatan-ikatan perkawinan dan darah atau bahkan adpsi yang menghasilkan
interaksi-interaksi lalu berperan sebagai mahluk sosial sebagai ayah,ibu, dan
anak-anak.
Berikut Beberapa Fungsi
keluarga yang bersumber dari https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
1. Fungsi biologis
A. Untuk meneruskan keturunan.
B. Memelihara dan membesarkan anak.
C. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
D. Memelihara dan merawat anggota keluarga.
2. Fungsi Psikologis
A. Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
B. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
C. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
D. Memberikan Identitas anggota keluarga.
3. Fungsi
Sosialisasi
A. Membina sosialisasi pada anak.
B. Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan
anak.
C. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
4.
Fungsi Ekonomi
A. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
B. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga.
C. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan
datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
5.
Fungsi Pendidikan
a.
Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan
membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
b.
Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam
memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
c.
Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi
keluarga, sebagai berikut :
i.
Fungsi Pendidikan : Dalam hal
ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk
mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
ii.
Fungsi Sosialisasi anak : Tugas
keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan
anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
iii.
Fungsi Perlindungan: Tugas
keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak
baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
iv.
Fungsi Perasaan : Tugas
keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan
dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi
antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam
menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
v.
Fungsi Religius : Tugas
keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan
anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga
untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah dunia ini.
6.
Fungsi Ekonomis
Tugas
kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam
memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk
mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.
Fungsi Rekreatif
Tugas
keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi,
tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam
keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama,
bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8.
Fungsi Biologis
Tugas
keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai
generasi penerus.
Keluarga merupakan peranan penting bagi
seorang anak untuk menemaninya saat bertumbuh. Keluarga yang baik akan
menghasilkan anak-anak yang baik, sehingga dapat berperan sesuai dengan peran
sosialnya di masyarakat.
Senin, 19 Oktober 2015
Pertumbuhan Individu
Individu merupakan satu mahkluk hidup yang mempunyai batas yaitu sebagai manusia perseorangan. Pertumbuhan merupakan perubahan yang dapat dihitung dan dilihat dan memliki pengaruh pada lingkungannya.
Berkaitannya antar individu
dengan individu lainnya akan menjadi lebih baik apabila pola tingkah lakunya
hampir mirip dengan tingkah laku individu lainnya. Ada sebuah proses dimana
individu meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada
dirinya sendiri yaitu disebut disebut proses individualisasi atau aktualisasi
diri. Didalam proses ini individu memiliki berbagai peranan yang berasal
dari kebersamaan hidup dengan individu lainnya, kemudian muncul suatu
kelompok yang akan menentukan suatu masayarakat. Ada 3 pola tingkah laku individu:
Yaitu, pertama, menyimpang dari norma kolektif kehilangan
individualitasnya. Kedua, takluk terhadap kolektif, dan ketiga, mempengaruhi
masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk
individual merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan
kecakapannya.
berikut merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1. Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki, dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2. Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3. Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
(Sumber faktor-faktor : https://ginadamar.wordpress.com/2012/10/23/tugas-ilmu-sosial-dasar-iii-pertumbuhan-individu/ )
Itulah faktor-faktor pertumbuhan individu yang membuat dia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Seorang individu harus ada yang mengatur supaya terbentuk pula kelopok individu atau kelompok masyrakat yang teratur.
Senin, 12 Oktober 2015
Kepribadian Seseorang dan Budayanya
Kepribadian merupakan ciri khas unik yang dimiliki setiap individu sedangkan Kebudaan merupakan kebiasaan.Kepribadian dan kebudayaan tentunya meimiliki hubungan.Seorang bayi lahir didalam keluarga berdarah asli
Indonesia dari kecil diajarkan dengan adanya nila-nilai dan norma yang ada di
masyarakat. Ketika kecil seorang anak diajarkan bertutur kata yang sopan pada orang
tua dan memakai pakaian yang tertutup.Ketika sudah dewasa dan hendak kuliah keluar negri dia melihat perbedaan
yang selama ini ia lakukan diindonesia dengan di amerika berbeda. Disana semua bisa bicara santai pada
orang yang lebih tua sedangkan dia biasa berbicara formal pada orang yang
lebih tua.Perbedaan itu tentu saja membuat sang anak mungkin merasa tidak nyaman. Kita
bisa lihat disini bahwa kepribadian ditentukan oleh kebudayaan.
Penerapan budaya
yang bagus sudah berjalan dengan baik cukup lama
diindonesia. Namun, adahal yang
tidak dapat dihindari yaitu masuknya kebudayaan asing yang
lebih disukai para anak-anak remaja dan merubah kepribadian mereka.Tentunya pergeseran budaya ini tidak selalu berdampak
negative.Seorang anak yang
menerima budaya asing bisa saja berpikiran lebih terbuka dibanding teman-teman sebayanya. Akhir-akhir ini misalnya,
sedang marak-maraknya tentang LGBT yaitu hubungan manusia sesama jenis. Ada
seorang anak yang merasa jijik dengan hal tersebut karena pikirannya masih terpaku dengan adat dan budayanya
yang normal-normal saja.Terlebih lagi yang diaketahui DiIndonesia hubungan sesama jenis sangat ditentang.Sementara dilain itu tidak jarang pula ada anak yang menganggap Hubungan sesama jenis merupakan hal
yang wajar meski itu bertentangan dinegaranya ia tahu negaranya dan Negara lain tentu saja memiliki perbedaan.
Dalam keseluruhan pargraf pendek ini dapat disimpulkan kepribadianmerupakan gambaran seseorang dalam lingkungan kebudayaannya namun bisa juga tidak.
Kebudayaan memang merupakan faktor penting dalam membentuk kepribadian seseorang dan mempunyai hubungan
yang
selaras dengan kebudayaan oarang tersebut.Jadi alangkah baiknya jikalau kebudayaan dijaga dengan baik apabila ingin membentuk kepribadian
yang baik. Namun menurut saya,
tidak ada salahnya mengenalkan lebih dari satu macam budaya pada anak sehingga seorang anak belajar memiliki pemikiran
yang terbuka terhadap perbedaan diluar sana.
Senin, 05 Oktober 2015
Cara Pikir Masyarakat Salah Satu Penyebab Pertumbuhan Penduduk
Banyak anak banyak rejeki.Salah satu kalimat ini banyak dipercaya oleh beberapa kalangan masyarakat pada jaman dulu atau bahkan pada jaman
modern sekarang ini.Menurut saya, ada kesalah pahaman yang terjadi oleh beberapa
orang dalam mengartikan kalimat ini. Salah satunya,
jika sebuah keluarga memiliki banyak anak seperti lebih dari 5,
maka rejeki akan mengalir sebanyak mungkin, Sehingga banyak keluarga yang
berusaha memiliki banyak anak. Memang rejeki masing-masing anak pasti ada.Tapi,
menurut saya anak itu sendirilah yang menjadi rejeki utuk orang tuanya.
Ini berarti ada banyaknya angka kelahiran.Padahal,
angka kelahiran mempengaruhi jumlah pertumbuhan penduduk.
Seperti di Indonesia yang jumlah penduduknya senantiasa berubah dari waktu ke waktu.Jumlah pertumbuhan penduduk terjadi karena beberapa faktor terutama kelahiran.
Jika pertumbuhan dan pengurangan penduduk suatu wilayah sangat amat pesat,
maka faktornya adalah imigrasi penduduk. Jakarta
merupakan sasaran wilayah para pencari kerja dari daerah-daerah Indonesia.
Jakarta sangat terkenal macet karena semua pekerja berkumpul terutama dari Bodetabek.
Jika ingin mengurangi kemacetan dalam Jakarta, pemerintah seharusnya berani membangun lapangan-lapangan kerja menjajikan layaknya dijakarta di daerah-daerah lain selain Jakarta.Sehingga semua pelamar dan freshman mengubah mindset mereka kalau mencari pekerjaan tidak harus di Jakarta.Untuk mengurangi pertumbuhan penduduk yang meledak karena jumlah kelahiran, Pemerintah sudah menyebarkan ajakan-ajakkan untuk para keluarga untuk mengikuti progam KB (KeluargaBerencana) yaitu hanya memiliki dua anak dalam satu keluarga sudahcukup. Tinggal kita saja sebagai masyarakat untuk membantu pemerintah dengan mengikuti kebijakan tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)