Sabtu, 08 Oktober 2016

Senior Tidak Terima Dikalahi Juniornya


      Ketika senior tidak mau terlihat kalah didepan mata junior-juniornya.

      "Sebenernya gue gatau yoh. Tapi tiba tiba gue sama temen-temen gue dipanggil sama mereka(Senior), tiba-tiba bagian atas perut gue ditonjok mereka. Juga gak cuma tangan yoh, ada besi di tangannya."

      A.P (Inisial) mahasiswa disalah satu universitas di bekasi bercerita pada saya dengan mata yang menyiratkan terauma. Hanya karena kalah saat pertandingan futsal, Senior A.P tidak terima bahkan sampai menuduh team A.P melakukan kecurangan. Senior-senior yang merupakan lawan main team A.P pun bahkan sampai hati mengkroyok A.P dan teamnya.

      "Katanya dikaki temen gue ada apalah. Padahal mah enggak yoh. Kita main jujur. Gue cuma dipukul sekali, tapi temen gue yang dituduh curang ini yang sampe dipukul berkali kali."

       Entah memang senior A.P sedang mencari piala atau apa hingga sebegitu emosinya tidak menerima kekalahan mereka. Atau mungkin beradu fisik sudah menjadi hal yang biasa dikalangan pertemanan antara laki-laki.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Manusia Bisa Bermimpi Apa Saja dan Mewujudkanya Kapan Saja


          Merry Riana merupkan motivtor wanita nomor 1 DiIndonesia dan Di Asia. Beberapa orang juga ada yang menganggapnya super woman karena pencapaiannya.
          Namun ada kisah susah dibalik kesuksesannya. Saat umurnya 17 tahun, dia pernah diungsikan ke Singapur, Negara yang menurutnya sangat asing, untuk menghindari kerusuhan di tahun 1998 Di Indonesia.
Banyak sekali kita mendengar kisah dibalik orang sukses bahwa orang itu hidup susah dan terjatuh-jatuh saat mengejar kesuksesannya. Begitu pula dengan Merry. Kesuksesan tidak ia dapatkan dengan mudah.  Dia hidup susah disingapur.Di Singapur dia tidak memiliki saudara sama sekali. Ia hanya dibekali makanan instan,uang secukupnya dan baju-baju seadanya oleh ayah ibunya.

          Untuk berkuliah merry berhutang pada pemerintah singapur. Keseharian merry sangatlah sederhana. Sehari-hari ia makan roti tawar yang keras, mi instan, dan bahkan tidak makan sama sekali karena tidak ada uang. Karena keungan merry tidak menentu, Ia juga bekerja part time sebagai pembagi brosur dijalanan, pegawai toko bunga, dan pelayan di restoran hotel.
 Saat lulus merry harus melunasi hutang bayaran kuliahnya sebesar 40 Ribu dollar singapur atau setara dengan 300 Juta Rupiah. Dari situlah ia bertekat dan nekat untuk menjadi seorang entrepreneur meski saat itu dia tidak memiliki modal,koneksi,bahkan keahlian apapun. Dia hanya nekat dan pakai mimpi besarnya. Semua ia coba. "Yang penting kalau kita tidak coba, ya sudah pasti gagal" 
Dengan pemikiran demikian,ia melakukan semua yang ia pilih dengan teliti dan tekun. Meski sempat ditipu hingga rugi juga bahkan ikut menanam saham, sempat berhasil namun gagal dan bangkrut. 
          Akhirnya Merry berhasil membayar lunas semua hutang-hutang kuliahnya dalam waktu enam bulan dan mencapai kebebasan finansial setelah 4 Tahun kelulusannya.

          Jika kita memiliki pemikiran yang tertutup, kita pasti berpikir mana mungkin hanya bermimpi bisa membuat sukses.
 Tapi tidakkah ada rasa penasaran kita untuk mencoba bermimpi tinggi tanpa ada orang yang tau, bangun dari mimpi namun tetap simpan mimpi kita dalam hati. Kemudian diam-diam dengan tekun dan teliti, Pelan-pelan mencoba karena pasti ada gagal, dan berjalan menuju kesuksesan dengan cara kita sendiri. "Saya berani bermimpi besar" adalah ucapan merry disetiap kesempatan membagi cerita suksesnya.
Perlahan kita pasti percaya, bahwa mimpilah yang menjadi awal kesuksesan kita dan kerja keras adalah proses untuk mencapai kesuksesan kita.

"Aku akan berdiri dari kegagalan dan menggapai sukses yang sebenarnya"
-Merry Riana