Minggu, 19 April 2015

Mengunjungi Tempat Wisata Bersejarah (Tugas Kepariwisataan)

PERJALAN kami mulai jam 11 pagi dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Kota Tua. Untuk Pembayaran Kereta kami mengisi kartu sebanyak Rp.10.000. Dalam waktu kurang dari satu jam, tanpa transit kereta, kereta sudah sampai ditujuan. Jarak dari stasiun kota ke Kota Tua sangat dekat sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Pada hari jumat,hari dimana kami mengunjungi Kota Tua, Semua musiam sedang tutup sehingga kami hanya mengelilingi gedung-gedung dan bertemu berbagaimacam dagangan.  Didepan gedung Museum Sejarah Jakarta . Tentang keadaan sekitar, Saya merasa rishi karena saya melihat banyak pengunjung local yang masih belum bisa menghargai tempat bersejarah dengan membuang sampah tidak pada tempatnya.  Selain itu bnayak badut dengan berbagai tokoh kartun sehingga pengunjung dapat berfoto dengan tokohkesukaan mereka dengan menyisihkan uang sekitar Rp.1000.

Karena Kota Tua sudah semakin panas, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Monumen Nasional. Tidak berbeda jauh dengan Kota Tua, Terdapat banyak orang berjualan di kanan kiri jalan dan sampah tidak pada tempatnya. Kami mengelilingi MoNas dengan menyewa sepedah seharga Rp.35.000 Untuk satu sepedah Bertiga berdurasi 30 menit. Dimonas juga terdapat banyak badut dan bisaberfoto bersama dengan menyisihkan uang Rp.1.000. erdapat Banyak pilihan sepedah disana. Menurut pengalaman saya, semakin didalam tempat penyewaannya, sepedah yang ditawarkan semakin bagus kualitasnya. Jadi lebih baik jangan buru-buru memilih sepedahnya karena tidak semua sepedah bisa digunakan dengan baik. Lebih baik melihat-lihat saja terlebih dahulu.

Karena untuk masuk kedalam monument nasiona membutuhkan mengantri dengan waktu yang panjang, jadi kami hanya berfoto di depan monument nasional. Saat malam lampu menyala dan mewarnai gedung Manumen Nasional. 

Saya terlalu seru menikmati perjalanan dengan tean-teman saya, saya menjadi lupa mengabadikan tempat-tempat yang saya kunjungi.

Saya sudah berkali kali mengunjungi tempat bersejarah. Sayangnya, Kesan yang saya dapat pertama kali selalu rishi dengan pengunjung yang tidak tahu diri. Kadang Saya kesal sendiri, Mereka Hanya berfoto-foto sementara banyak yang bisa dipelajari ditempat wisata sejarah. Masalah palin besar adalah sampah. BAnyak sekali pengunjung local yang membuang sampah dengan tidak mempedulikan dimana tong sampah. Seharusnya kita malu pada Turis asing yang mengunjungi tempat wisata sejarah Indonesia dengan menghargai tempat itu. Turis lebih menghargai tempat itu dari pada kita yang memiliki tempat bersejarah itu.
   
Menurut saya, Tempat wisata bukan hanya pemerintah yang menjaga. Sebagai pengunjung tempat bersejarah dimana banyak menyimpan benda-benda ratusan tahun da rapuh, kita tidak boleh asal gerak. Seperi misalnya, Meriam Yang ada di kota tua, Tidak seharusnya disenderi atau lebih parahnya lagi di naikki seolah-olah itu adalah mainan kuda-kudaan.
Kita mesti memiliki kesadaran masing-masing saja untuk menjaga asset kita Suapaya masih bisa dilihat oleh Orang-orang Beberapa ratus Tahun kemudian. Karena Sejarah Tidak Boleh dilupakan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar