Minggu, 20 November 2016

Bullying di masa Sekolah

      Penyanyi  Citra Scholastika mengaku pernah di-bully selama hampir tiga tahun lamanya saat ia menduduki bangku sekolah menengah pertama (SMP).
      Bully
men jadi suatu kebiasaan turun temurun yang terjadi di sekolah. Bully bisa terjadi dimana saja, namun lebih sering terjadi di lingkungan sekolah.Teknologi menyumbang peranan penting dalam perkembangan remaja saat ini. Sebut saja secara sosial, intelegensi, dan perilaku. Memang teknologi tidak sepenuhnya membawa pengaruh buruk kepada remaja, seperti intelegensi remaja masa kini.Remaja bisa mengeksplor apapun yang menjadi minatnya dengan kemudahan akses internet saat ini. Tapi masalah remaja terbesar  saat ini adalah kehidupan sosial dan cara berperilaku mereka saat ini akibat adanya teknologi.
      Dampak buruk perilaku remaja sekarang adalah bullying. Bullying bisa terjadi karena banyak hal. Bukan hanya karena si pelaku bullying yg bersalah tetapi bisa saja si korban yg memancing terjadinya bullying. Kita tidak bisa hanya menyalahkan salah satu pihak sementara tahap perkembangan remaja masih berada pada pengambilan keputusan dengan spontan dalam artian belum bisa mengambil keputusan dengan bijak dan berpikir dengan jernih seperti manusia dewasa walaupun secara struktur berpikir sudah seperti orang dewasa. Bullying pun bukan hanya kekerasan fisik tapi juga bisa melalui media sosial dengan menyerang mental si korban. Bullying adalah penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang, suatu perilaku mengancam, menindas, dan membuat perasaan orang lain tidak nyaman. Tindakan ini dilakukan dalam jangka waktu sekali, berkali-kali, bahkan sering atau menjadi sebuah kebiasaan. Berarti, sebenarnya bullying adalah tindakan kekerasan yang tidak hanya terbatas terjadi di antara para murid di sekolah, siapa pun dan di mana pun dapat mengalami tindakan ini. Semua sepakat mengartikan bullying sebagai suatu tindakan yang mengganggu orang lain.
          Sekolah sebaiknya mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa. Selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying

Tidak ada komentar:

Posting Komentar